Februari, 8Th 2012
Second year I wrote a diary on the same date.
maybe this will be something different in every movement of my breath, every stretch of road in my life.
I was so stunned to how much either for a time,
she’s so charming, makes my heart dag-dig-dug.
and the smile was no less captivating.
as if a sudden downpour of snow in the middle of summer
wow so beautiful, and it feels cold sets in jiw, through the bone andwill heat the soul of the dying heart.
I do not know what to say,
mind and my mouth was silent for a moment as if
when I saw the shadow that had suddenly come to mind.
My God ..,
Is this sense of the right plant for me this YOU?
Is this the taste YOU been my intention to achieve?
This is so beautiful ..
and extraordinary
Thanks God,
YOU have the heart and every my behavior.
Bogor, February 8th 2012
January 8th 2012
Dear Diary..
Tahun baru mungkin sudah terlewatkan tanpa moment bagiku, Kerinduan ini mungkin juga sudah menjamur dengan adanya masalah di otakku,
Tp perasaan ini…
Akankah terus mengHack, mempermainkan, dan mengekor sampa akhir hidupku??
Tuhan apa yang harus ku lakukan, smua telah berubah 180 % bahkan 360 %, aku tidak bisa merelakan ini begitu saja,
sebenarnya aku enggan untuk membahas ini , tp inilah yang jadi masalah pokok ku saat ini
AKu hormat padanya, aku ikhlas denganya, aku rela membagi dan merelakan waktuku untuk DIa ..
Tp apa yang terjadi sekarang?
aku begitu hancur, maindsetku ke dia begitu jelek, hancur,bobrok…
Perilaku q yang mulai menampakan ketidak comfort-ama dia ,dan mungkin masih banyak lagi,
Tp ,,sekali LAgi kenapa kok dia ngga merasakanny?
aku harus gimana?
apakah aku harus terus terang dan jujur ? Blak-blakan gtu?
*sorry Mr, sebenarnya aku tuh sdh ngga nyaman ama anda, sudah ngga enak, ngga betah n ngga kuat.
aku terlalu capek ngadepin ini sendirian, aku terlalu capek buat ngurus ini smua.
Mr, seandainya kau tahu aku begitu tersiksa dengan adanya sikap,mu yang selalu seperti itu padaku, yang selalu memperlakukan aku seenak djidat lo.
dan mungkin banyak .
Tp aku janji akan menjalani ini dengan sabar, dengan tawakal dengan dukungan dr temen2 smua
thanks
kalian udh bikin coretan baru di lembaran baru hidupku ini.
RohmaT
Nama :ROHMAT/Tugas KKPI/2010
Kelas :4a3
1. Komoditas Perusahaan
Di PT BIONIC FARM – CIHERANG terdapat berbagai macam komoditas pertanian baik komersial maupun tidak.
Padi SRI
Kacang tanah
Asparagus
Papaya
Pala
Durian
Alpukat
Nangka
Sirsak
Kelapa
Pete
Pisang
Maja
Mahkota dewa
Lidah buaya
Serei
Rosella
Lengkuas putih
Kunyit
Jahe emprit
Jagung manis
Jagung pipil
Ubi jalar ungu
Singkong (bio pakan)
Peikanan dan peternakan :
• Nila merah
• Gurameh
• Domba
• Ayam organic
Kehutanan :
• Suren
• Jati putih
• Mahoni
• Trembesi
• Sengon putih
• Sengon merah
• Minddy
• honje
2. Penanganan QC (Quality Control)
Untuk penanganan QC dari PT BIONIC FARM CIHERANG ini ada departemen tersendiri yang berasal dari gudang. QC dari perusahaan ini biasanya dilakukan pada seluruh bidang termasuk hasil/produk pertanian yang berfungsi untuk peningkatan kualitas, meskipun masih dengan sederhana (manual).
3. penaganan limbah
-TERLAMPIR-
4. Hrd dan Standar Pegawai
a. struktur organisasi
-terlampir-
5. produk hasil olah dan sasaran pemakai
Sasaran dari hasil olah pt bionic farm ini yakni local dan eksport.
a. untuk eksport
produk ataupun hasil olah yang di eksport adalah
sprouts (kecambah)
germinated brown rice (gbr)
b. local
produk selain yang telah disebutkan pada bahan/produk eksport yang biasanya dijual atau dipasarkan pada supermarket atau minimarket (misal : hypermart)
contoh dari produk tersebut adalah kacang kulit basah, labu kabocha, dan labu parang.
Dan dari seluruh produk tersebut untuk masalah organiknya dalam tahap masa konversi.
6. system pemasaran produk
System pemasaran untuk local dan eksport
7. pola kerja sama anak binaan usaha
Untuk anak binaan usaha (pada kerjasamanya) dikarenakan pt bionic farm ciherang sendiri anak usaha lagi. Mungkin pada poin ke-7 ini kami hanya mampu mengutarakan pola kerjasama propan →bionic farm. Yang mana pola tersebut cukup baik
budidaya asparagus
| ASPARAGUS | ||
| Family | Liliaceae | |
Deskripsi
|
||
Manfaat
|
||
Syarat Tumbuh
|
||
Pedoman Budidaya
|
||
Pemeliharaan
|
||
Hama dan Penyakit
|
||
Panen dan Pasca Panen
|
||
BUDIDAYA KAKAO/COKLAT
Tanaman Kakao merupakan tanaman perkebunaan berprospek menjanjikan. Tetapi jika faktor tanah yang semakin keras dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro dan hormon alami, faktor iklim dan cuaca, faktor hama dan penyakit tanaman, serta faktor pemeliharaan lainnya tidak diperhatikan maka tingkat produksi dan kualitas akan rendah.
PT. Natural Nusantara berusaha membantu petani kakao agar mampu meningkatkan produktivitasnya agar dapat bersaing di era globalisasi dengan program peningkatan produksi secara kuantitas dan kualitas, berdasarkan konsep kelestarian lingkungan (Aspek K-3).
1. Persiapan Lahan
- Bersihkan alang-alang dan gulma lainnya
- Gunakan tanaman penutup tanah (cover crop) terutama jenis polong-polongan seperti Peuraria javanica, Centrosema pubescens, Calopogonium mucunoides & C. caeraleum untuk mencegah pertumbuhan gulma terutama jenis rumputan
- Gunakan juga tanaman pelindung seperti Lamtoro, Gleresidae dan Albazia, tanaman ini ditanam setahun sebelum penanaman kakao dan pada tahun ketiga jumlah dikurangi hingga tinggal 1 pohon pelindung untuk 3 pohon kakao ( 1 : 3 )
2. Pembibitan
- Biji kakao untuk benih diambil dari buah bagian tengah yang masak dan sehat dari tanaman yang telah cukup umur
- Sebelum dikecambahkan benih harus dibersihkan lebih dulu daging buahnya dengan abu gosok
- Karena biji kakao tidak punya masa istirahat (dormancy), maka harus segera dikecambahkan
- Pengecambahan dengan karung goni dalam ruangan, dilakukan penyiraman 3 kali sehari
- Siapkan polibag ukuran 30 x 20 cm (tebal 0,8 cm) dan tempat pembibitan
- Campurkan tanah dengan pupuk kandang (1 : 1), masukkan dalam polibag
- Sebelum kecambah dimasukkan tambahkan 1 gram pupuk TSP / SP-36 ke dalam tiap-tiap polibag
- Benih dapat digunakan untuk bibit jika 2-3 hari berkecambah lebih 50%
- Jarak antar polibag 20 x 20 cm lebar barisan 100 cm
- Tinggi naungan buatan disesuaikan dengan kebutuhan sehingga sinar masuk tidak terlalu banyak
- Penyiraman bibit dilakukan 1-2 kali sehari
- Penyiangan gulma melihat keadaan areal pembibitan
- Pemupukan dengan N P K ( 2 : 1 : 2 ) dosis sesuai dengan umur bibit, umur 1 bulan : 1 gr/bibit, 2 bulan ; 2 gr/bibit, 3 bulan : 3 gr/bibit, 4 bulan : 4 gr/bibit. Pemupukan dengan cara ditugal
- Siramkan POC NASA dengan dosis 0,5 – 1 tutup/pohon diencerkan dengan air secukupnya atau semprotkan dengan dosis 4 tutup/tangki setiap 2-4 minggu sekali
- Penjarangan atap naungan mulai umur 3 bulan dihilangkan 50% sampai umur 4 bulan
- Amati hama & penyakit pada pembibitan, antara lain ; rayap, kepik daun, ulat jengkal, ulat punggung putih, dan ulat api. Jika terserang hama tersebut semprot dengan PESTONA dosis 6-8 tutup/tangki atau Natural BVR dosis 30 gr/tangki. Jika ada serangan penyakit jamur Phytopthora dan Cortisium sebarkan Natural GLIO yang sudah dicampur pupuk kandang selama + 1 minggu pada masing-masing pohon
3. Penanaman
a. Pengajiran
- Ajir dibuat dari bambu tinggi 80 – 100 cm
- Pasang ajir induk sebagai patokan dalam pengajiran selanjutnya
- Untuk meluruskan ajir gunakan tali sehingga diperoleh jarak tanam yang sama
b. Lubang Tanam
- Ukuran lubang tanam 60 x 60 x 60 cm pada akhir musim hujan
- Berikan pupuk kandang yang dicampur dengan tanah (1:1) ditambah pupuk TSP 1-5 gram per lubang
c. Tanam Bibit
- Pada saat bibit kakao ditanam pohon naungan harus sudah tumbuh baik dan naungan sementara sudah berumur 1 tahun
- Penanaman kakao dengan system tumpang sari tidak perlu naungan, misalnya tumpang sari dengan pohon kelapa
- Bibit dipindahkan ke lapangan sesuai dengan jenisnya, untuk kakao Mulia ditanam setelah bibit umur 6 bulan, Kakao Lindak umur 4-5 bulan
- Penanaman saat hujan sudah cukup dan persiapan naungan harus sempurna. Saat pemindahan sebaiknya bibit kakao tidak tengah membentuk daun muda (flush)
4. Pemeliharaan Tanaman
a. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) sebanyak 2-5 liter/pohon
b.Dibuat lubang pupuk disekitar tanaman dengan cara dikoak. Pupuk dimasukkan dalam lubang pupuk kemudian ditutup kembali.Dosis pupuk lihat dalam tabel berikut ini:
|
UMUR
|
Dosis pupuk Makro (per ha)
|
|||
|
Urea
|
TSP
|
MOP/ KCl (kg)
|
Kieserite (MgSO4)
|
|
|
2 |
15 |
15 |
8 |
8 |
|
6 |
15 |
15 |
8 |
8 |
|
10 |
25 |
25 |
12 |
12 |
|
14 |
30 |
30 |
15 |
15 |
|
18 |
30 |
30 |
45 |
15 |
|
22 |
30 |
30 |
45 |
15 |
|
28 |
160 |
250 |
250 |
60 |
|
32 |
160 |
200 |
250 |
60 |
|
36 |
140 |
250 |
250 |
80 |
|
42 |
140 |
200 |
250 |
80 |
|
Dst |
Dilakukan analisa tanah |
|||
|
|
Dosis POC NASA mulai awal tanam : |
|||
|
0 – 24 |
2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang |
|||
|
> 24 |
3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang |
|||
|
|
Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA : |
|||
|
|
- Tahap 1 : Aplikasikan 3 – 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln, Dosis 3-4 tutup/ pohon |
|||
Catatan: Akan lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 200 tanaman. 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.
5. Pengendalian Hama & Penyakit
a. Ulat Kilan ( Hyposidea infixaria; Famili : Geometridae ), menyerang pada umur 2-4 bulan. Serangan berat mengakibatkan daun muda tinggal urat daunnya saja. Pengendalian dengan PESTONA dosis 5 – 10 cc / liter.
b. Ulat Jaran / Kuda ( Dasychira inclusa, Familia : Limanthriidae ), ada bulu-bulu gatal pada bagian dorsalnya menyerupai bentuk bulu (rambut) pada leher kuda, terdapat pada marke 4 dan 5 berwarna putih atau hitam, sedang ulatnya coklat atau coklat kehitam-hitaman. Pengendalian dengan musuh alami predator Apanteles mendosa dan Carcelia spp, semprot PESTONA.
c. Parasa lepida dan Ploneta diducta (Ulat Srengenge), serangan dilakukan silih berganti karena kedua species ini agak berbeda siklus hidup maupun cara meletakkan kokonnya, sehingga masa berkembangnya akan saling bergantian. Serangan tertinggi pada daun muda, kuncup yang merupakan pusat kehidupan dan bunga yang masih muda. Siklus hidup Ploneta diducta 1 bulan, Parasa lepida lebih panjang dari pada Ploneta diducta. Pengendalian dengan PESTONA.
d. Kutu – kutuan ( Pseudococcus lilacinus ), kutu berwarna putih. Simbiosis dengan semut hitam. Gejala serangan : infeksi pada pangkal buah di tempat yang terlindung, selanjutnya perusakan ke bagian buah yang masih kecil, buah terhambat dan akhirnya mengering lalu mati. Pengendalian : tanaman terserang dipangkas lalu dibakar, dengan musuh alami predator; Scymus sp, Semut hitam, parasit Coccophagus pseudococci Natural BVR 30 gr/ 10 liter air atau PESTONA.
e. Helopeltis antonii, menusukkan ovipositor untuk meletakkan telurnya ke dalam buah yang masih muda, jika tidak ada buah muda hama menyerang tunas dan pucuk daun muda. Serangga dewasa berwarna hitam, sedang dadanya merah, bagian menyerupai tanduk tampak lurus. Ciri serangan, kulit buah ada bercak-bercak hitam dan kering, pertumbuhan buah terhambat, buah kaku dan sangat keras serta jelek bentuknya dan buah kecil kering lalu mati. Pengendalian dilakukan dengan PESTONA dosis 5-10 cc / lt (pada buah terserang), hari pertama semprot stadia imago, hari ke-7 dilakukan ulangan pada telurnya dan pada hari ke-17 dilakukan terhadap nimfa yang masih hidup, sehingga pengendalian benar-benar efektif, sanitasi lahan, pembuangan buah terserang.
f. Cacao Mot ( Ngengat Buah ), Acrocercops cranerella (Famili ; Lithocolletidae). Buah muda terserang hebat, warna kuning pucat, biji dalam buah tidak dapat mengembang dan lengket. Pengendalian : sanitasi lingkungan kebun, menyelubungi buah coklat dengan kantong plastik yang bagian bawahnya tetap terbuka (kondomisasi), pelepasan musuh alami semut hitam dan jamur antagonis Beauveria bassiana ( BVR) dengan cara disemprotkan, semprot dengan PESTONA.
g. Penyakit Busuk Buah (Phytopthora palmivora), gejala serangan dari ujung buah atau pangkal buah nampak kecoklatan pada buah yang telah besar dan buah kecil akan langsung mati. Pengendalian : membuang buah terserang dan dibakar, pemangkasan teratur, semprot dengan Natural GLIO.
h. Jamur Upas ( Upasia salmonicolor ), menyerang batang dan cabang. Pengendalian : kerok dan olesi batang atau cabang terserang dengan Natural GLIO+HORMONIK, pemangkasan teratur, serangan berlanjut dipotong lalu dibakar.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
6. Pemangkasan
- Pemangkasan ditujukan pada pembentukan cabang yang seimbang dan pertumbuhan vegetatif yang baik. Pohon pelindung juga dilakukan pemangkasan agar percabangan dan daunnya tumbuh tinggi dan baik. Pemangkasan ada beberapa macam yaitu :
- Pangkas Bentuk, dilakukan umur 1 tahun setelah muncul cabang primer (jorquet) atau sampai umur 2 tahun dengan meninggalkan 3 cabang primer yang baik dan letaknya simetris.
- Pangkas Pemeliharaan, bertujuan mengurangi pertumbuhan vegetatif yang berlebihan dengan cara menghilangkan tunas air (wiwilan) pada batang pokok atau cabangnya.
- Pangkas Produksi, bertujuan agar sinar dapat masuk tetapi tidak secara langsung sehingga bunga dapat terbentuk. Pangkas ini tergantung keadaan dan musim, sehingga ada pangkas berat pada musim hujan dan pangkas ringan pada musim kemarau.
Pangkas Restorasi, memotong bagian tanaman yang rusak dan memelihara tunas air atau dapat dilakukan dengan side budding.
7. Panen
Saat petik persiapkan rorak-rorak dan koordinasi pemetikan. Pemetikan dilakukan terhadap buah yang masak tetapi jangan terlalu masak. Potong tangkai buah dengan menyisakan 1/3 bagian tangkai buah. Pemetikan sampai pangkal buah akan merusak bantalan bunga sehingga pembentukan bunga terganggu dan jika hal ini dilakukan terus menerus, maka produksi buah akan menurun. Buah yang dipetik umur 5,5 – 6 bulan dari berbunga, warna kuning atau merah. Buah yang telah dipetik dimasukkan dalam karung dan dikumpulkan dekat rorak. Pemetikan dilakukan pada pagi hari dan pemecahan siang hari. Pemecahan buah dengan memukulkan pada batu hingga pecah. Kemudian biji dikeluarkan dan dimasukkan dalam karung, sedang kulit dimasukkan dalam rorak yang tersedia.
8. Pengolahan Hasil
Fermentasi, tahap awal pengolahan biji kakao. Bertujuan mempermudah menghilangkan pulp, menghilangkan daya tumbuh biji, merubah warna biji dan mendapatkan aroma dan cita rasa yang enak.
Pengeringan, biji kakao yang telah difermentasi dikeringkan agar tidak terserang jamur dengan sinar matahari langsung (7-9 hari) atau dengan kompor pemanas suhu 60-700C (60-100 jam). Kadar air yang baik kurang dari 6 %.
Sortasi, untuk mendapatkan ukuran tertentu dari biji kakao sesuai permintaan. Syarat mutu biji kakao adalah tidak terfermentasi maksimal 3 %, kadar air maksimal 7%, serangan hama penyakit maksimal 3 % dan bebas kotoran
Rambut Kusam dan Berminyak, No Way!
Rambut lembab, tidak segar dan terlihat kusam sangat mengganggu penampilan dan bikin Anda diserang bad hair day. Jika ini terjadi, tak perlu Anda bingung. Ada beberapa cara mudah membuat rambut Anda kembali terlihat baik.
1. Ganti belahan rambut
Cobalah mengganti belahan rambut Anda, ini dapat memperlihatkan sisi rambut yang bersih dan menciptakan ilusi rambut yang lebih bervolume. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan model rambut a la shoegazer era 90-an yang seksi.
2. Cuci bagian rambut yang terlihat kusam
Jika rambut Anda berponi, cucilah bagian rambut tersebut agar rambut terlihat lebih fresh.
3. Andalkan aksesoris rambut
Scarf, bandana atau aksesoris rambut lainnya bisa membantu Anda menutupi rambut kotor dan memberi kesan rapi pada penampilan rambut Anda.
4. Tata rambut dengan sanggul atau kepang
Jika Anda memiliki rambut yang cukup panjang, agar terlihat rapi meski kusam, buat saja variasi dengan mengepang helaian rambut atau menatanya dengan menggulung dan lalu buat cepol kecil seperti sanggul.
5. Gunakan dry shampoo
Ini bukan solusi sempurna, namun dry shampoo bisa menyerap minyak berlebih di rambut Anda. Cukup oleskan sedikit dry shampoo pada kulit kepala, atau bisa juga gunakan baby powder.
Hot news
Duarr!! Ledakan iPod Bikin Panik Anak SMA
Ledakan iPod kembali terjadi. Peristiwa ini dialami oleh salah seorang siswa di Pentucket Regional High School di Massachusetts, Amerika Serikat.
Ketika sedang duduk di kelas sains, ia tak menyangka akan dapat kejutan yang tak menyenangkan. Pemutar musik kesayangannya ini tiba-tiba saja meledak.
Alhasil, seisi kelas dibuat kaget dan lari berhamburan. Petugas pemadam kebakaran pun dipanggil seketika untuk memadamkan api yang menjalar di ruang kelas tersebut. Beruntung, tak ada yang terluka dalam kejadian ini.
Kasus meledaknya pemutar musik keluaran Apple ini, merupakan kasus kesekian yang terjadi. Sebelumnya, iPod milik seorang remaja di Ohio juga meledak, bahkan mengakibatkan kaki sang korban terbakar.
Sejauh ini, seperti detikINET kutip dari AfterDwan, Senin (1/3/2010), perusahaan Steve Jobs ini belum mengakui adanya kerentanan pada pemutar musik ternama itu.
Namun menurut Consumer Product Safety Commission, penyebab ledakan-ledakan tersebut bisa saja disebabkan karena faktor baterai lithium yang bukan merupakan hardware keluaran Apple.
Kok bisa ya, bukannya baterai di dalam produk iPod sudah menyatu dengan hardware lainnya?
Hidroponik ”Bertanam Tanpa Tanah”
Terbatasnya lahan produktif saat ini tidak lagi menjadi kendala dalam mengusahakan pertanian indoor maupun outdoor. Meskipun sistem hidroponikbukan teknologi baru lagi bagi kita, namun justru kini telah menjadi trend tatkala media tanah yang produktif semakin berkurang. Selain tidak memakan tempat yang luas, juga ditengarai sistem ini mudah perawatannya serta lebih menguntungkan.
Bertanam dengan sistem hidroponik, dalam dunia pertanian bukan merupakan hal yang baru. Namun demikian hingga kini masih banyak masyarakat yang belum tahu dengan jelas bagaimana cara melakukan dan apa keuntungannya. Untuk itu dalam tulisan ini akan dipaparkan secara ringkas dan praktis bertanam dengan cara hidroponik.
Dalam kajian bahasa, hidroponik berasal dari kata hydro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja. Jadi, hidroponik memiliki pengertian secara bebas teknik bercocok tanam dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman, atau dalam pengertian sehari-hari bercocok tanam tanpa tanah. Dari pengertian ini terlihat bahwa munculnya teknik bertanam secara hidroponik diawali oleh semakin tingginya perhatian manusia akan pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman.
Dimanapun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini fungsi dari tanah adalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut unsur hara (nutrisi), untuk kemudian bisa diserap tanamanan. Dari pola pikir inilah yang akhirnya melahirkan teknik bertanam dengan hidroponik, dimana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi (hara) sebagaimana yang telah disampaikan dimuka.
Bahan-bahan untuk Hidroponik
Pot yang ukuran besarnya disesuaikan dengan tanaman yang akan dijadikan maskot, bisa berupa tanaman sayur seperti terong dan sebagainya. Bisa juga tanaman tahunan seperti kedondong, jambu ataupun juga bunga-bungaan. Pot yang digunakan sebaiknya pot bertingkat, yang dilengkapi dengan wadah penampung air dibagian dasarnya.
Bahan pot dapat dari tanah liat dan juga plastik, keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Pot dari tanah liat misalnya memiliki keunggulan mampu menjaga stabilitas temperatur media, akan tetapi cepat berlumut dan mudah rusak. Sementara pot dari plastik lebih awet namun tidak bisa melewatkan air dari dinding potnya sehingga stabilitas media tidak stabil.
Kemudian sebagai media tanam diantaranya dapat digunakan pasir, batu apung putih, batu zeolit, pecahan batu bata, batu kali dan kawat kasa nilon. Untuk menjaga sterilitas bahan, sebaiknya semua bahan direbus dulu sebelum dijadikan media tanam. Sedangkan tanamannya, diambil tanaman yang telah tumbuh didalam polybag dan siap direplanting kedalam pot.
Cara Penanaman
Apabila semua bahan sudah siap, pertama-tama ambil kawat kasa nilon letakkan didasar pot. Kemudian masukkan pecahan batu bata selapis, diatasnya diberi batu apung dan batu zeolit hingga sepertiga bagian dari pot yang digunakan. Setelah itu, ambil tanaman yang siap dipindahkan dari polybag ke pot, caranya bersihkan akar tanaman yang selama ini sudah tumbuh di polybag tersebut dengan cara melarutkan media tanamnya (tanah) kedalam air.
Setelah akar-akarnya kelihatan bersih, kemudian kita amati kembali akar tersebut. Bila ditengarai ada akar yang rusak ataupun terlalu panjang (disesuaikan dengan besarnya tanaman maskot dan pot) sebaiknya dipotong. Demikian juga untuk daunnya, apabila terlalu rimbun perlu untuk dikurangi. Kemudian bibit ditanam dalam pot yang sudah terisi bahan sepertiga bagian dan lanjutkan penambahan media tanam hingga dua pertiga bagian pot.
Langkah selanjutnya isilah pot bertingkat tersebut dengan nutrisi yang dibutuhkan (sesuai paparan dibawah). Sedang untuk pertama kalinya, tanaman perlu pengerudungan dengan plastik transparan selama dua minggu, letakkan ditempat yang teduh.
Formulasi Kebutuhan Nutrisi
Pemenuhan kebutuhan nutrisi bisa anda peroleh dengan cara memberi berbagai macam pupuk khusus hidroponik dengan formulasi tertentu yang banyak tersedia ditoko-toko pertanian. Dalam fase awal pertumbuhan perlu perawatan secara rutin, misalnya dipagi hari tanaman perlu dikenakan sinar matahari. Kemudian juga perlu pemupukan secara rutin dalam setiap dua hingga lima hari sekali. Gunakan pupuk NPK Grand S 15 sebanyak satu sendok makan untuk kemudian larutkan kedalam sepuluh liter air. Masukkan larutan pupuk ini kedalam pot dasar sesuaikan dengan ketersediaan air dalam pot.
Sebagaimana dalam paparan dimuka, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bisa juga dilakukan dengan pemberian pupuk tambahan. Yang pemenuhannya bisa melalui daun, misalnya disemprot dengan Mamigro ataupun tambahan pupuk mikro Fitomic dengan aplikasi seminggu sekali.
Mengenai kebutuhan nutrisi dalam teknik hidroponik, Soedarsono salah seorang civitas akademika dari IPB Bogor juga pernah menentukan sebuah formula sebagai berikut : Kebutuhan unsur makro dapat dipenuhi dengan 6 gram urea, 9 gram SP36, 5 gram 2K, 5 gram garam inggris (MgSO4) dan 7,5 gram kapur (kalsium karbonat).Sedangkan unsur mikronya dapat dipenuhi dengan 2,86 gram asam boraks, 0,22 gram asam sulfat, 2.03 gram mangan sulfat, 0.08 gram terusi, 0.02 asam molibdad dan 7.5 gram Fechelat. Cara pengaplikasiannya seperti dalam penggunaan NPK Grand S 15, yakni semua unsur baik makro maupun mikro dilarutkan kedalam 10 liter air.
Keuntungan teknik hidroponik
Untuk keperluan hiasan, pot dan tanaman akan selalu bersih sehingga peletakan tanaman dalam ruangan akan lebih fleksibel. Sehingga untuk mendisign interior ruangan rumah akan bisa lebih leluasa dalam menempatkan pot-pot hidroponik. Bila tanaman yang digunakan adalah tanaman bunga, untuk bunga tertentu bisa diatur warna yang dikehendaki, tergantung tingkat keasaman dan basa larutan yang dipakai dalam pelarut nutrisinya.
Penggunaan tanaman buah-buahan seperti kedondong bangkok misalnya, menurut Santosa HB.,(2001), akan bisa menghasilkan penampakan tanaman yang dapat berbuah lebat sepanjang waktu. Kuncinya adalah dengan mengatur C/N ratio, yakni melalui pemangkasan pada cabang, batang dan daun yang tumbuh berlebihan. Disamping, pemangkasan juga akan merangsang pembungaan dan pembuahan.
(Ir. M. Harris, Technical Field Lampung).

![Empire State Building on Fire? [Explore #1, THANK YOU] Empire State Building on Fire? [Explore #1, THANK YOU]](http://static.flickr.com/7223/7226578870_866f258b3c_t.jpg)








